Sipodeceng — Pemerintah Desa Sipodeceng bersama UPT Puskesmas Baranti melaksanakan kegiatan fogging atau pengasapan sebagai upaya penanggulangan penyakit menular Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Dusun Dea dan Dusun Bonginge, Desa Sipodeceng. Kegiatan ini berlangsung dalam dua tahap, yakni pada tanggal 15 dan 22 Juli 2026.
Kegiatan ini digelar sebagai langkah cepat pemerintah desa untuk menindaklanjuti adanya lonjakan jumlah warga yang terjangkit DBD dalam beberapa waktu terakhir. Meningkatnya angka kasus tersebut membuat Pemerintah Desa Sipodeceng bergerak cepat berkoordinasi dengan pihak Puskesmas guna mencegah penyebaran penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti ini agar tidak semakin meluas.
Proses fogging dilakukan di titik-titik yang dianggap menjadi sarang atau tempat berkembang biaknya nyamuk, seperti area pemukiman warga, genangan air, serta lingkungan sekitar rumah penderita menjadi sumber penularan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut dibantu oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi Desa Kelompok 116 yang tengah menjalankan program pengabdian di Desa Sipodeceng. Keterlibatan mahasiswa KKNT-116 ini menjadi bentuk sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan dunia akademisi dalam menangani permasalahan kesehatan di tingkat desa.
Kepala Desa Sipodeceng menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah desa terhadap kesehatan masyarakat. Ia berharap dengan dilaksanakannya fogging ini, penyebaran DBD di Dusun Dea dan Dusun Bonginge dapat segera ditekan dan tidak menimbulkan korban lebih banyak lagi.
Sementara itu, pihak UPT Puskesmas Baranti turut mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri melalui gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk, guna mendukung efektivitas kegiatan fogging yang telah dilakukan.
Kegiatan fogging ini mendapat sambutan positif dari warga setempat yang berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala, khususnya menjelang musim penghujan yang menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya populasi nyamuk penyebab DBD.