Sipodeceng — Semangat gotong royong kembali terlihat di Desa Sipodeceng. Kali ini, pembangunan jembatan tani pada Kelompok Tani (Poktani) Jelita 2 menjadi bukti nyata perhatian pemerintah desa terhadap kesejahteraan para petani di wilayahnya.
Kepala Desa Sipodeceng, Naming Pallajareng, S.IP, terjun langsung ke lapangan untuk memantau dan turut serta dalam proses pembangunan jembatan tersebut. Kehadirannya di tengah para petani dan tim pelaksana menjadi wujud komitmen beliau dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat desa.
Pembangunan jembatan tani ini juga tidak lepas dari dukungan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 116 Universitas Hasanuddin, yang turut mengambil peran aktif dalam pelaksanaan program. Sinergi antara pemerintah desa, kelompok tani, dan mahasiswa KKNT ini menghadirkan semangat kolaborasi yang diharapkan mampu mempercepat penyelesaian pembangunan sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.
Keberadaan jembatan tani ini nantinya akan sangat membantu para petani, khususnya anggota Poktani Jelita 2, dalam mengakses lahan pertanian mereka dengan lebih mudah dan efisien. Selama ini, akses menuju area persawahan maupun perkebunan seringkali menjadi kendala tersendiri, terutama saat musim hujan tiba. Dengan hadirnya jembatan ini, mobilitas petani dalam mengangkut hasil panen maupun peralatan pertanian diharapkan dapat berjalan lebih lancar.
Kepala Desa Naming Pallajareng, S.IP, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur pertanian seperti ini merupakan salah satu prioritas program desa untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah desa dan mahasiswa KKNT dapat terus berlanjut demi kemajuan Desa Sipodeceng.
Sementara itu, kehadiran mahasiswa KKNT 116 Universitas Hasanuddin turut memberikan energi baru bagi masyarakat. Selain membantu secara fisik dalam pembangunan jembatan, keterlibatan mahasiswa juga menjadi bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat sesuai dengan tujuan Kuliah Kerja Nyata itu sendiri.
Pembangunan jembatan tani ini diharapkan dapat rampung dalam waktu dekat dan segera dimanfaatkan oleh para petani Poktani Jelita 2, sehingga aktivitas pertanian di Desa Sipodeceng dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.