DESA SIPODECENG — Suasana kemeriahan menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 begitu terasa di Desa Sipodeceng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang. Rangkaian perlombaan tingkat desa digelar untuk memupuk semangat kebersamaan warga sekaligus mengenang jasa para pahlawan, dengan dukungan penuh dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tengah bertugas di desa tersebut.
Kegiatan Semarak 17 Agustus ini menghadirkan berbagai cabang lomba yang sarat kebersamaan dan kegembiraan, mulai dari voli terpal, lari estafet tepung, lari estafet air, lari karung, makan biskuit, lomba ekspresi, hingga lomba masak. Setiap perlombaan diikuti antusias oleh warga dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, yang memeriahkan lapangan desa.
Sebagai penutup rangkaian acara, pada 9 Agustus 2026 digelar kegiatan sepeda santai yang mengambil rute mengelilingi wilayah Kecamatan Baranti. Kegiatan ini diikuti oleh warga lintas desa dan menjadi momen puncak yang tak kalah meriah, sekaligus ajang promosi hidup sehat di tengah semangat kemerdekaan.
Yang menarik, di balik suksesnya seluruh rangkaian kegiatan ini terdapat peran mahasiswa KKN yang tengah mengabdi di Desa Sipodeceng, yakni mahasiswa KKN-T 116, KKN-PK 69, serta mahasiswa KKN dari Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang). Ketiga kelompok KKN ini bahu-membahu bersama perangkat desa dan warga sejak tahap perencanaan, persiapan teknis di lapangan, hingga pelaksanaan setiap mata lomba.
Sinergi antara mahasiswa KKN dan masyarakat desa ini menjadi bukti nyata bahwa program pengabdian masyarakat tidak hanya berhenti pada kegiatan akademik semata, tetapi juga mampu memberikan kontribusi langsung dalam menghidupkan semangat kebersamaan dan nasionalisme di tingkat akar rumput. Kehadiran mahasiswa KKN turut membawa energi baru bagi warga Desa Sipodeceng dalam memaknai kemerdekaan dengan cara yang meriah, sehat, dan penuh kekeluargaan.
Dengan berakhirnya rangkaian Semarak 17 Agustus ini, warga Desa Sipodeceng berharap semangat gotong royong dan kebersamaan yang terjalin selama kegiatan dapat terus terjaga, tidak hanya pada momen perayaan kemerdekaan, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.